Selasa, 20 September 2022
Resensi Novel "Salvador Dali I Am Surealism"
Senin, 12 September 2022
Resensi Novel " THE GIVER: SANG PEMBERI"
The Giver by Lois Lowry
Penerbit PT Gramedia Pustaka Utama
Penerjemah: Ariyantri Eddy Taman
Editor: Barokah Ruziati
Proofreader: Primadonna Angela
Desain dan Ilustrasi Cover: Staven Andersen
- Ukuran : 13.5 x 20 cm
- Tebal : 232 halaman
- Terbit : Agustus 2014
- Harga : Rp. 48.000,.
- ISBN : 978-602-03-0668-1
Sinopsis: Dunia jonas adalah sempurna. Segala sesuatu kehidupan yang ada di komunitas Jonas diatur dan terkendali. Tidak ada ketakutan, kesakitan, emosi, cinta, kebebasan, tidak ada pilihan semua orang memiliki peran di komunitas tersebut. Karna pemikiran yang terlalu jauh, para pendahulunya memutuskan untuk hidup dengan cara begitu. Membuat kesamaan, mempermudah segala sesuatu bagi semua orang. Saat Jonas menjadi dua belas, dia terpilih menjadi penerima yang dilatih secara khusus oleh sang pemberi. Selama ini sang pemberi memegang ingatan rasa sakit dan kenikmatan hidup. Dan saat itulah Jonas menerima kebenaran dan tak ada jalan untuk kembali.
Unsur intrinsik dan ekstrinsik
1. Tema yang diangkat adalah kehidupan sosial yang dimana kehidupan dalam cerita Jonas, diatur sedemikian rupa.
2. Alur cerita maju: Dimulai sebelum Jonas melakukan upacara ke dua belas hingga menerima memori masalalu oleh sang pemberi hingga Jonas dan Gabriel memutuskan pergi.
3. Latar tempat : Bukit salju, padang rumput, hutan ketika Jonas memutuskan pergi.
4. Latar waktu: Pagi, siang, malam pada saat Jonas melakukan perjalanan pergi.
5. Latar suasana: menyenangkan karena Jonas diberikan ingatan kesenangan selayaknya hidup tanpa diatur oleh komunitas tersebut.
Menyedihkan: Disaat Jonas tau apa itu pelepasan
Menengangkan: Disaat Jonas dan Gabriel melakukan perjalanan diintai oleh pesawat yang mencari mereka.
6. Sudut pandang orang ketiga tunggal, karena penulis menyebutkan nama tokoh secara langsung dan kata ganti orang ketiga yaitu dia.
7. Watak penokohan: Jonas: berani pada saat melakukan pelatihan penerimaan ingatan yang menyakitkan.
Sang pemberi: baik, karena sang ingin mengembalikan ingatan baik kepada komunitas tersebut.
Ayah: Naif, karena sang ayah melakukan Pelepasan
Ibu: baik perhatian terhadap anak anaknya
8. Amanat: Jangan menyerah untuk menegakkan keadaan/melakukan perubahan baik kepada kehidupan, peduli terhadap sesama, jangan berbohong dan bersyukur atas kehidupan yang ada sekarang.
9. Kelebihan: Mengajarkan banyak hal tentang kehidupan dan terus berusaha memilih hal yang baik untuk kehidupan.
Kekurangan: Jalan cerita kehidupan yang diatur sedemikian rupa dari bayi hingga dewasa sudah memiliki peran masing-masing dan monoton kehidupannya , serta jika dianggap gagal orang tersebut menerima pelepasan. Cerita menggantung pada endingnya, meskipun pembaca bisa berspekulasi pada akhir cerita tersebut.
10. Biografi Penulis
Lois Ann Hamersberg, atau lebih dikenal dengan Lois Lowry, adalah penulis asal Amerika yang lahir pada 20 Maret 1937, yang berarti sekarang sudah berusia 78 tahun ini, di Honolulu, Hawaii, Amerika Serikat. Buku The Giver menerima penghargaan Newberry Medal 1994. "Best book for young adults" "ALA notable children's book"
Yang saya sukai di Novel The Giver "Sang pemberi" Karya Lois Lowry adalah tokoh Jonas mengajarkan membuat keputusan yang merubah kehidupan yang tidak diatur dan mencari kehidupan yang selayaknya ada dan tidak terikat.
Salam literasi.
Jumat, 09 September 2022
Jangan menua tanpa cerita
Minggu 15 Agst 21
Mata terbuka, setelah menikmati tidur malam yang sunyi, meskipun tidak nikmat tidur malam tadi, badan rasanya cape, bukan malah semakin membaik, seolah-olah aku kembali berputar diwaktu yang sama, namun gimana lagi? Hidup terus berjalan, waktu terus berputar. Kubergegas bangun dari ranjang yang membosankan menuju kamar mandi untuk menyegarkan badan sekaligus melaksanakan shalat subuh.
Mentari mulai menampakkan sinarnya, eh ini hari minggu tidak terasa sekarang minggu besok menuju Senin yang menyebalkan dengan banyaknya tugas tugas, meskipun bergitu ya ku tetap kerjakan mengingat biaya sekolah yang sangat mahal, huhhhh.
Bersiap diri untuk hari minggu, masa' aku cuma rebahan saja? Mentari bersinar dibalik jendelaku seolah-olah memanggilku untuk keluar, rasa malas pudar sehabis mandi tadi, ahahahahah segar sekali hari ini, kupakai pakaian dilengkapi jaket dan sepatu yang dibeli, meskipun jarang memakainya, karena terlalu nyaman dirumah. Aneh, membosankan tapi betah dirumah, kenapa? Karena aku tidak punya uang hahahaha.
Mengayuh sepeda menyusuri jalanan kota yang ramai dengan komunitas pesepada lainnya. Aku sempat binggung mau kemana, mengingat kemarin malam aku melamun ingin bersepeda menuju tempat yang sering ku kunjungi dahulu, yang disana banyak sekali pohon pepohonan yang rindang, udara masih sejuk tidak ada kepedihan yang terjadi di kota. Namun daerah tersebut cukup jauh untuk aku yang bersepeda ini dan tubuh yang kurang berolahraga. Tak terasa aku mengayuh sepeda cukup jauh, ah sekalian saja, biarkan tubuh ini memuaskan rasa ini yang pedih akan kehidupan.
Ha nafasku terengah-engah, capeknya diriku ini, memaksakan mengayuh terlalu jauh mana tidak membawa minuman sama sekali, bermodal nafsu yang membara untuk menggapai suatu yang tak pasti. Kulihat didepan terdapat bapak-bapak yang cukup tua, kuhampiri beliau sambil beristirahat sejenak. Tak terasa aku mengobrol bersama beliau sambil disodorkan minuman yang diberikannya dan akhirnya mengikuti beliau mengayuh sepeda ketempat tujuan yang aku obrolkan dengan beliau tadi. Oh ya beliau dengan umur 60 tahun masih kuat mengayuh sepeda yang kontur jalanan menanjak, aku kagum dengan beliau mengingat jarak rumahnya lebih jauh dari rumahku.
Mengayuh sepeda beberapa meter, beristirahat sejenak untuk mengatur nafas karena jalanan yang terus menanjak, namun kusenang sekali karena pemandangan kiri kanan yang takjub bentang gunung berjejer dan bukit bukit yang asri serta udara yang menyegarkan ingin ku rasakan setiap, aku lebih suka hidup dialam, karena alam tidak menyakitkan, alam memberikan ku kebahagiaan apalagi ditemani dia, semoga dia bisa menemaniku Ya.
Aku lebih senang berteman dengan orang tua, karena beliaulah aku bisa memetik makna kehidupan daripada teman sebayaku yang suka berbicara dibelakang, didalam circle pertemanan masih ada circle pertemanan lainnya, hufft.
Berteman dengan orang yang lebih tua, aku bisa saling bercerita, dan beliau-beliaulah yang mempunyai banyak pengalaman untuk aku yang semu ini. Jangan menua tanpa cerita, carilah kebahagiaanmu, carilah apa yang kau inginkan, tapi ingat tetap berada dijalan yang benar untuk menggapai masa depan bahagia bersama dia. Meskipun saat ini aku masih bermalas-malasan sih ahahahahah.
Tak terasa jalan menanjak telah dilewati bersama beliau, tibalah disebuah tempat yang menurutku takjub, tempat toleransi yang dimana masjid berbentuk seperti klenteng yang megah dan warna yang memanjakan mata. Beristirahat sambil minum dan mengabadikan momen dengan handphone yang kumiliki bersama beliau sambil memakan jeruk yang diberikan tadi bersama untuk meredakan rasa penat mengayuh berpuluh kilometer.
Sekarang ku berada disebuah tempat yang seharusnya ramai akan pengunjung, namun pagi ini sepi hanya beberapa warung yang buka dan pengunjung yang sangat sedikit, kupesan makan dan minum bersama,sambil menikmati segarnya tempat ini sangat sangat kurindukan dan mengingat dia yang ku harapkan kembali, banyak hal yang kulalui dengannya, bertemu tanpa sengaja di sebuah koridor ruang sempit dipinggiran kota, ku mengenalnya begitu takjub, aku mengaguminya namun belum bisa memilikinya. Garis waktu kian berlalu kini aku mengingat dia yang seakan-akan asing, seolah tak saling mengenal, walaupun sesekali berpapasan dan saling menundukkan kepala.
Setelah beristirahat melepaskan segala rasa penat pada pikiran hati dan jiwa raga aku bergegas mengayuh sepeda menuju jalan pulang bersama beliau yang sangat baik sekali telah mentraktir aku dari awal pergi hingga pulang, tak lupa aku ucapkan terimakasih dan semoga Tuhan memberikan hal baik.
Jalanan yang semula menanjak kini berganti menurun, aku lega karena tidak terlalu menghabiskan tenaga, sepeda yang kupakai seolah-olah melesat cepat mengikuti alur jalanan, aku menikmati setiap detik berharga dan pertama kali ini, meskipun panas terik matahari tepat diatas kepalaku semangat jiwa semakin berkobar, melihat beliau yang tua namun masih kuat mengayuh sepeda, apakah aku kalah dengan beliau yang sudah berumur dan tetap ingin hidup dengan riang gembira seolah tak ada kepedihan yang menghampiri.
Tibalah dipersimpangan jalan, tempat berpisah aku dengan beliau orang baik, lagi-lagi aku berpisah dengan orang yang sangat aku kagumi, lagi-lagi aku kembali ke waktu yang sama, lagi-lagi aku ingin putus asa akan kehidupan ini. Berpisah dengan banyak orang terdekatku yang baik tanpa memandang apapun itu.
Salam literasi
Selasa, 06 September 2022
Resensi buku Laut Bercerita
Judul Buku : Laut Bercerita
Senin, 05 September 2022
Candu yang tak terbalaskan
Candumu adalah syahdu ku,
Rindumu teringat halusinasi ku
Sejenak hatiku membeku,
Tak berucap pikiran membisu
Rindu ruai tak kunjung datang
Kudisini menanti yang tak jua terbalaskan...
Haru, jemu kurasakan setiap waktu
Berdetak kencang denyut hatiku
Sunyi, senyap tak menyapa
Rasa pilu bertabur kaku
Sepenggal luka tergores didada
Lelah samar kurasakan,ku menunduk,
"Inikah kehidupan ku? Tetap menanti suatu yang tak pasti?"
Aaahhh,..Sudahlaah mungkin ini awal cerita cintaku.
6 Februari 2020/21:04
Sabtu, 03 September 2022
Tantangan Menjadi Mahasiswa, Serta Culture Shock Didalamnya
Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh, selamat pagi, selamat siang, selamat sore, selamat malam. Segala puji bagi Allah SWT yang telah melimpahkan rahmat hidayah, sehingga saya bisa menulis cerita ini. Perkenalkan nama saya Rakha' Raditya, yang berasal dari sidoarjo Jawa Timur. Saya terlahir dari keluarga bisa dibilang berkecukupan, karena kalau banyak pasti tidak cukup, kalau pas pasti cukup.
Jumat, 02 September 2022
Day 12 "Surga Mahasiswa"
Setelah menjalani perkuliahan yang cukup melelahkan, tetapi masih ada matkul selanjutnya dengan jeda beberapa jam dan jika aku pulang, maka memerlukan waktu tempuh 8 km jika bolak-balik. Untuk menyiasati menyusul teman mengisi energi yaitu makan.
"All Izz Well" Sistem Pendidikan Indonesia Banyak Maunya, Miris Hasilnya.
Konon, film yang bagus itu adalah film yang relevansinya abadi. Tapi, bagi saya, 3 Idiots (2009) karya Rajkumar Hirani ini bukan...
-
Setelah berjalan berjam-jam dengan kondisi perjalanan yang tidak normal kebanyakan orang. Tibalah di plawangan sebuah persimpang...
-
The Giver by Lois Lowry Penerbit PT Gramedia Pustaka Utama Penerjemah: Ariyantri Eddy Taman Editor: Barokah Ruziati Proofreader: Primadonna...
-
Sumber: noctiluxx/getty image Dalam pikiran manusia terdapat hal yang tidak disukai, salah satunya ialah melihat suatu yang dapat dipamerkan...




.jpg)

