Senin, 19 Desember 2022

Hal Sederhana Yang Bisa Mempermudah Masa Depan


muslim terkini.com

 Hingga saat ini Indonesia masih menduduki puncak negara berkembang, mengapa demikian? Indonesia tidak kurang sumber daya alam, Negara penjajah zaman dahulu hingga sekarang secara tidak langsung masih menginginkan kekayaan alam Indonesia, jika terus-menerus tidak ada perkembangan, akan sangat memilukan. Indonesia tidak butuh negara lain, negara lain yang butuh Indonesia. Istilah itulah yang seharusnya terjadi. Akarnya adalah Sumber daya manusia Indonesia yang rendah. Literasi, literasi, dan literasi salah satu solusi. 

 Buku adalah jendela dunia, jika buku tersebut dibaca, dipahami, dan diterapkan, namun berbeda jika buku itu dijadikan bantal karena ketebalannya. Indonesia berhasil mencetak prestasi yang mengenaskan, yaitu urutan kedua negara terendah minat membacanya, hanya 0,001% minat baca masyarakat Indonesia hasil  dari survei UNESCO. 

Tanggal 8 September menjadi hari Aksara Nasional, yang artinya hari literasi, membaca, menulis, numerasi, dan diharapkan meningkatkan ketrampilan individu. Tetapi mengapa minat literasi masyarakat Indonesia masih rendah? Sadarkah orang tua zaman modern ini, Ilmu parenting yang diberikan untuk mendidik anak mengalami kekeliruan, meskipun tidak sepenuhnya. Pola mengasuh, mendidik dan mengajari anak hingga tumbuh seringkali menjadi boomerang bagi kemajuan bangsa. Smartphone menjadi sebuah momok, bayi hingga anak-anak dapat dijumpai sudah dikenalkan Smartphone dengan dalih "agar tidak menangis, agar bisa diam tidak menganggu pekerjaan orang tua" Jika orangtua belum sanggup mendidik dan mengajari anak agar tumbuh dan berkembang yang seharusnya, perlunya kesadaran para orangtua dalam Ilmu Parenting. Mengajak anak bermain dan mengasah pola pikir literasi secara perlahan akan membentuk mindset individu yang lebih memilah sesuatu dengan baik. 


tantiamelia.com

Apakah istilah Childfree akan menjamur masuk di Indonesia beberapa tahun kedepan? Childfree dapat didefinisikan jika pasangan suami istri sepakat untuk tidak memiliki anak. Pola pikir masyarakat modern akan merambah demikian, berbeda pula dengan masyarakat kolot, jika mempunyai banyak anak, maka banyak pula rezeki, dalam tanda kutip "jika orang tuanya rajin bekerja." Dalam perspektif tersebut dapat dikaji pada gerakan Feminisme yang dimana perempuan ingin merdeka, kesetaraan gender digalakkan bahwa perempuan tidak hanya pada dapur, sumur, kasur. Istilah kuno tersebut tidak relevan pada zaman modern, bahwa perempuan juga berhak mendapatkan hak-haknya. Perempuan berhak tidak hamil, melahirkan, dan mempertaruhkan nyawanya. Meskipun Childfree tabu bagi masyarakat Indonesia, mengganggap anak sebagai pelengkap dan generasi keluarga, setidaknya perlu kesadaran orangtua untuk mendidik dan mengajari anak dengan baik dan benar, sehingga tumbuhlah individu yang cerdas. 

Pojok literasi adalah program sekolah sebagai upaya meningkatkan minat membaca siswa dan siswinya. Melalui pengalaman penulis, pada bangku SMP dan SMA literasi mulai digalakkan, pada setiap pojok ruang kelas, terdapat buku-buku bacaan dan wajib dibaca serta diberikan review atau resensi setiap minggunya, meskipun pada era sekarang banyak upaya yang dilakukan untuk meningkatkan literasi di Indonesia seperti pada postingan instagram @tereliyewriter seringkali memberikan diskon besar-besar untuk meningkatkan literasi masyarakat Indonesia, tidak hanya itu penulis-penulis lainnya juga demikian. Tetapi muncullah masalah baru yaitu buku bajakan, buku bajakan menjadi boomerang penulis buku, penulis buku bekerja, berfikir sehingga menghasilkan buku, dengan mudahnya dibajak oleh oknum. Buku bajakan tidak memerlukan banyak modal, sedangkan penulis buku memaparkan pikiran, serta penunjang biaya royalti, biaya produksi, pajak yang membuat harga buku original lebih  mahal daripada buku bajakan. Jika faktor utama adalah uang, sehingga membeli buku bajakan, solusinya bisa meminjam buku di perpustakaan sekolah, meminjam ke teman(ingat harus dirawat dan dijaga), dan era globalisasi telah meluncurkan aplikasi online Perpustakaan Indonesia (IPUSNAS), bisa dengan mudah membaca dengan mengandalkan teknologi, tidak ada alasan kembali untuk memanfaatkan Smartphone hanya untuk game online ataupun scroll saja. Jangan hanya teknologi yang pintar, pengguna-nya harus lebih pintar. 

Mari literasi, tidak hanya sekedar baca buku, tetapi dituangkan hasil pola pikir yang didapatkan setelah membaca buku, menjadi sebuah tulisan maupun argumentasi yang dapat bermanfaat bagi orang lain. Hal-hal kecil tersebut dapat meningkatkan, mengembangkan sumber daya manusia yang banyak kurangnya agar lebih seimbang, serta membuat Indonesia menjadi negara maju dalam berbagai hal. Bom waktu akan terus berjalan, jika tidak adanya kemauan untuk berubah. meskipun sedikit sangat berarti. 

Salam literasi. 


Kamis, 08 Desember 2022

Di dunia Kegelapan, Lihatlah Bintang Yang Bercahaya


Sumber: noctiluxx/getty image

Dalam pikiran manusia terdapat hal yang tidak disukai, salah satunya ialah melihat suatu yang dapat dipamerkan ataupun dilihat oleh orang-orang sekitar. This is motivation? Motivation is a bullshit. Seseorang mengatakan, "kalau begini, apakah saya masih bisa mendapatkan kebahagiaan seperti sekarang?"

yesyes      yes     yes yes yes
yes yes     yes     yes        yes
yes  yes    yes     yes        yes
yes   yes   yes     yes        yes
yes    yes  yes     yes        yes
yes     yes yes     yes yes yes

"kalau ingatan dan kenangan itu terhapus olehmu, apakah saya bisa mendapatkannya lagi?"

"Tentu, apa perlu kita susun kembali puzzle-puzzle tersebut?" Orang berkata "menyusun pecahan kaca tidak akan bisa kembali seperti semula"

"Itu kamu tau"

"Baik, apakah itu hal yang bodoh? Setidaknya usaha tersebut akan kita hadapi, ntah goresan luka tersebut muncul kembali atau membaik ketika bersama. 

"Mengapa ada kata 'akan'?"
-sicengeng


Ha-ha-ha-ha, mudah sekali!!! 

Mengerti atau hanya mengira-ngira? seseorang memiliki kepribadian ganda atau menginginkan adanya perhatian. 
-di titian masa penantian,  di dalam ruang tunggu akan berlajut. 

Salam literasi. 

Selasa, 06 Desember 2022

Analisis Sosial Kasus Penambangan Desa Wadas

 Konflik wadas terjadi karena, penambangan yang akan dilakukan di Desa Wadas yaitu tambang batu andesit, digunakan untuk bahan baku pembangunan Bendungan Bener yang terletak di Desa Guntur masih satu wilayah di Purworejo. Masyarakat wadas menolak penambangan tersebut karena, lahan-lahan tersebut menjadi ladang pekerjaan mereka, jika lahan tersebut diambil maka, masyarakat akan kehilangan salah satu sumber mata pencaharian-nya yaitu sebagai petani tidak hanya itu, dampak dari penambangan bagi masyarakat Desa Wadas tidak bisa dipungkiri bisa membahayakan kehidupan kedepannya, karena setiap ada pertambangan akan mempengaruhi kondisi alam dan bisa menyebabkan bencana alam yang tak terduga. 

 Pemerintah memilih Desa Wadas dikarenakan jaraknya lebih dekat dengan lokasi pembangunan bendungan bener, dan Wadas berpotensi dengan hasil Batu andesitnya dan dibangunnya Bendungan Bener tersebut akan digunakan sebagai lahan pengairan irigasi pertanian, perkebunan di daerah tersebut, yang bisa bermanfaat secara luas bagi keberlangsungan agraris masyarakat daerah tersebut. Namun kesalahan yang dilakukan pemerintah daerah ialah melakukan tindakan represif, paksaan terhadap masyarakat Desa Wadas untuk menjual tanahnya untuk penambangan baru andesit. Segala proyek pengembangan apapun itu tidak seharusnya menggunakan cara yang dianggap merugikan masyarakatnya, yang ada masyarakat akan bergejolak, menolak dengan tegas proyek tersebut dan realita yang terjadi di desa wadas adalah paksaan, sebuah awal dari kekeliruan, jika pemerintah melakukan pendekatan humanis maka masyarakat akan bisa menerima dengan berbagai pertimbangan dan solusi kedepannya yang dilakukan pemerintah. 

 Berkaitan dengan Teori hegemoni, terdapat masyarakat yang pro dan kontra terhadap penambangan desa wadas, karena beberapa kepentingan atau ada campur tangan terhadap masyarakat pro yang mendukung penambangan tersebut. Pro dan kontra menurut penulis akibat dari ada yang menerima ganti rugi dan belum menerima, dan seharusnya jika proyek penambangan tersebut untuk kepentingan bersama, pemerintah bukan memberikan ganti rugi lahan masyarakat wadas, melainkan membelinya dengan harga yang sesuai dan merata. Maka dari itu timbullah konflik terdapat perbedaan kepentingan antara pemerintah dan masyarakat desa wadas yang dimana pemerintah dan masyarakat wadas berbeda kelas, dan mengerahkan pihak kepolisian untuk berdatangan ke desa wadas, yang membuat ketakutan masyarakatnya karena hal itu pernah mereka alami juga sebelumnya, namun masyarakat desa wadas juga berhak menolak penambangan tersebut, karena itu lahan milik mereka dan hak mereka. Seperti hal pada umumnya strata kecil sering tertindas oleh strata besar yang terus menerus terulang. Pemerintah dan masyarakat wadas harus bisa bernegosiasi, membicarakan jalan tengah menguntungkan keduanya, terutama masyarakat wadas, karena jika lahan desa wadas dibeli maka masyarakat kehilangan mata pencahariannya dan hanya diberikan uang hasil penjualan lahan tersebut. Menginggat kejadian di Tuban, desa milyader dadakan, yang dimana masyarakat antusias tanahnya dibeli untuk kepentingan tambang minyak pertamina, namun nyatanya sekarang masyarakat desa milyader tersebut kembali menurun, karena mereka foya-foya dan uangnya habis, mereka kebingungan apa yang dikerjakan lagi. Jika tidak ingin kejadian itu terulang kembali, masyarakat desa wadas jika jadi penambangan tersebut, pemerintah ikut serta mengarahkan yang akan dilakukan masyarakat wadas agar tidak konsumtif dan menggunakan uang hasil lahan tersebut untuk jangka panjang maupun diolah kembali dengan cara membeli lahan kembali, mengasah skil dan minat bakat, mengembangkan desa wadas yang menghasilkan uang berkali-kali lipat. Serta jaminan dari pemerintah bahwa penambangan tersebut bisa diminimalisir dampak bagi kehidupan masyarakat wadas kedepannya. 

Salam literasi. 

Analisis Sosial Tragedi Kanjuruhan Yang Mencekam

Tidak ada Sepak Bola seharga nyawa manusia


Tragedi kanjuruhan telah menelan 135 korban jiwa meninggal, (terhitung sejak 24 Oktober  2022) dan ribuan anak-anak, remaja, orang dewasa, baik perempuan maupun laki-laki menjadi sasaran tak terduga kepedihan kejadian tragis tersebut. Sepak bola yang seharusnya sebagai ajang hiburan, melepas penat dan loyalitas bagi pendukungnya,  kini menjadi sebuah kepedihan kelabu bagi orang dan sanak-saudara yang ditinggalkan. Banyak sekali orangtua yang melarang anak-anaknya menonton bola kembali, akibat dari kejadian kanjuruhan yang sedemikian rupa membuat para korban, orang-orang terdekat merasa trauma secara psikologis maupun sosial, serta para pedagang area kanjuruhan-pun kehilangan mata pencahariannya. Upaya apa yang sudah diberikan oleh PSSI, selaku yang menaungi sepak bola yang ada di indonesia? PSSI seolah-olah lepas tangan atas tragedi kanjuruhan tersebut, baik Panitia Pelaksana, PT.LIB saling menyalahkan satu sama lain. Hingga tulisan ini terbit masih belum ada titik terang, tagar #UsutTuntas semakin tersebar di penjuru Kota Malang, para korban ingin mendapatkan haknya, ingin mendapatkan keadilannya, atas kesalahan-kesalahan para pihak yang berwenang. 


Foto: detik.com


Kapasitas stadion yang tidak me-mumpuni, ±42.588 ribu supporter hadir dan melihat langsung di dalam stadion Kanjuruhan tersebut. Kapasitas stadion Kanjuruhan ialah ±38.000 ribu, terjadi over capacity, tega sekali para panitia menjual tiket melebihi kapasitas yang ada, apakah semata-mata untuk kepentingan kelompok tertentu? untuk mencapai keuntungan. Shelter ban(tribun berdiri) tetap diisi penuh oleh suporter, jika panitia mengetahui bahwa itu adalah pertandingan yang bisa menyebabkan kericuhan, maka seharus shelter ban dikosongkan, karena area tersebut menjadi jalan tercepat suporter menuju lapangan. Terdapat juga suporter arema yang berada di luar Stadion Kanjuruhan-pun membludak karena liga Derby Rival dari Arema vs Persebaya tersebut. Mengapa panitia pelaksana yang notabene-nya sudah mengetahui jika pada hari itu adalah pertandingan besar yang tidak menutup kemungkinan terjadi kerusuhan, kenapa panitia dan para orang-orang yang bertanggung jawab atas jalan-Nya pertandingan tersebut tidak memberikan pertandingan sore, yang bisa memperkecil resiko, padahal waktu malam lebih besar terjadinya bentrok, apakah panitia penyelenggara tidak berkaca pada pertandingan-pertandingan sebelumnya. Tanggal 1 Oktober, terdapat pertandingan. 

Pukul 15.30 Borneo FC VS Madura united

Pukul 16.00 Rans FC  VS Dewa United

Pukul 20.00 Arema VS  Persebaya 

Seharusnya pertandingan Arema dan Persebaya bisa ditukar pada jam Rans FC VS Dewa United, karena pertandingan tersebut ditampilkan melalui VIDIO.COM,  terkecuali Borneo FC dan Madura United ditayangkan melalui Channel Televisi Indosiar. 

Pada tanggal 11 September Arema VS Persib dimulai Pukul 20.00 ditukar menjadi Pukul 15.30 yang seharusnya pertandingan (Barito Putra vs Persija)  atas rekomendasi kepolisian mengingat suport arema dan persib rawan bentrok. Tetapi kenapa arema persebaya tidak bisa dirubah? 

 Oh iya menurut yang diketahui penulis, karena panitia telah melakukan kontrak kerja sama penyiaran televisi yakni Indosiar, perlu di garis bawahi kembali itu sebuah pertandingan besar, dengan begitu perlunya kehati-hatian dalam melaksanakan sebuah kontrak kerja sama. Apakah semata-mata hanya untuk kepentingan viewers televisi yang bisa menghasilkan keutungan lebih besar? Jika panitia penyelenggara mengubah jadwal akan dikenakan sanksi denda, lebih baik kehilangan beberapa uang yang notabene-nya bisa dicari kembali daripada kehilangan nyawa dan kehidupan yang tidak dapat diganti dengan apapun.


Foto: Twitter

Pembukaan pintu keluar stadion cenderung lambat yang menjadi salah satu faktor banyaknya korban jiwa, seharusnya 15 menit sebelum pertandingan selesai, pintu sudah dibuka, tetapi Steward (penanggung jawab) pemegang kunci pintu lalai dan abai atas kondisi pada saat itu. Jika pintu keluar dibuka lebih awal, tidak menutup kemungkinan korban jiwa lebih sedikit, namun disisi lain penembakan gas air mata oleh pihak kepolisian dan brimob menjadi faktor terpenting dalam peristiwa kanjuruhan tersebut. Pihak polisi dan brimod menganggap penembakan gas air mata tersebut sesuai dengan prosedur, dalam artian sesuai prosedur satuan kepolisian. Dalam prosedur pertandingan sepak bola tidak demikian,  PSSI yang seharusnya sebagai tonggak utama berjalannya sebuah pertandingan sepak bola di Indonesia, terdapat banyak miss komunikasi,  PSSI tidak mensosialisasikan terkait penangganan pada saat pertandingan bentrok, khususnya larangan penggunaan gas air mata. Sehingga polisi dan brimob menganggap sesuai prosedur yang seharusnya, penembakan gas air mata kearah tribun penonton yang notabene-nya banyak anak-anak, orang tua yang tidak tahu menahu, Tiba-tiba juga terkena dampaknya dan lebih parahnya terdapat gas air mata yang ditembakkan ke arah pintu keluar, masih sehatkah pihak kepolisian? Suporter ingin menghindari gas air mata dengan cara keluar stadion, tetapi dihalangi dengan tembakan kearah pintu keluar. Penembakan gas air mata untuk mencegah suporter turun kelapangan adalah kesalahan, suporter yang awalnya turun hanya ingin menyemangati para pemain "salam satu jiwa,  satu hati,  semangat" Dianggap sebuah ancaman. 

Fakta baru menyatakan bahwa  perhimpunan dokter forensik(PDFI) Jawa Timur, mengumumkan hasil otopsi bahwa akibat dari banyaknya korban meninggal bukan karena gas air mata, melainkan karena patah tulang dan pendarahan berat.  Memang benar adanya, namun penyebab suporter patah tulang dan pendarahan berat adalah menghindari gas air mata,  mereka berdesak-desakan,  kepanikan terjadi, mereka hanya memikirkan bagaimana cara terhindar dari gas air mata dan bisa keluar stadion.  Maka dari itu akibat kepanikan gas air mata banyak suporter yang terhimpit, terinjak-injak dan sesak nafas yang berakibat meninggal ratusan suporter. 

Iwan Bule(Mohammad Iriawan) selaku ketua PSSI yang juga merupakan purnawirawan polri seharusnya mengetahui apa yang harus dilakukan untuk meminimalisir kejadian kanjuruhan tersebut, hingga kejadian kanjuruhan tersebut menelan ratusan korban, seakan-akan PSSI lepas tangan, desakan masyarakat agar Iwan Bule turun dari jabatan ketua PSSI seolah-olah tidak dihiraukan.  Disisi lain pelatih tim nasional indonesia, Shin Tae Yong, juga siap mengundurkan diri jika Iwan Bule juga mundur, itu membuat masyarakat Indonesia delima, mengingat tim nasional indonesia akan menjadi tuan rumah piala Dunia U-20 2023,  dan timnas ikut serta dalam pertandingan tersebut. Jika Shin Tae Yong mundur, maka timnas u-20 indonesia juga terancam.  Shin Tae Yong beranggapan jika ingin memajukan sepak bola indonesia harus saling bekerjasama dalam mengatasi segala masalah dan resikonya dengan baik dan tanggung jawab. Untungnya FIFA tidak memberikan sanksi untuk pihak Indonesia atas kejadian kanjuruhan tersebut, jika terkena sanksi akan memberatkan kondisi sepak bola di Indonesia. 

Keputusan Iwan Bule untuk tidak turun, akan lebih baik jika dapat bertanggungjawab atas peristiwa kanjuruhan dan lebih berhati-hati dalam penyelenggaraan sepak bola, karena banyak sekali suporter yang fanatisme terhadap klub yang didukungnya, dan PSSI lebih memberikan pengarahan dan sosialisasi sesuai dengan regulasi FIFA dalam penyelenggara sepak bola untuk segala bidang(Polisi, Panitia penyelenggara, dan Suporter) yang ikut serta dalam pertandingan sepakbola indonesia yang akan datang. Tindakan preventif lebih baik diberikan sejak dini, daripada tindakan represif yang bisa membahayakan masyarakat Indonesia. 

Suporter menjadi salah satu kelompok sosial(kerumunan) sementara yang erat, meskipun tidak mengenal satu sama lain suporter memiliki kesadaran, solidaritas tinggi dalam mendukung tim kebanggaannya. Semenjak kejadian kanjuruhan, para suporter indonesia sepakat untuk berdamai satu sama lain, agar kejadian seperti kanjuruhan tidak terulang kembali. Pertandingan sepak bola adalah sarana untuk mempersatukan bangsa bukan untuk memperpecah belah bangsa. Penulis yakin jika Tim nasional indonesia yang bertanding maka tidak ada lagi kelompok-kelompok tertentu yang meributkan tim kebanggaannya, karena tim kebanggaannya hanya satu yaitu timnas Indonesia. Dinamika kelompok yang terjadi pada peristiwa kanjuruhan pada dasarnya memiliki tujuan masing-masing untuk kepentingan kelompoknya.  Meskipun terjadi konflik dalam sebuah kelompok memiliki dapat bisa mempererat solidaritas kelompok tersebut. 

Salam literasi. 

Selasa, 29 November 2022

Sebuah Spoiler dan Makna Film Captain Fantastic 2016

Captain Fantastic: IMBD.com


Captain Fantastic (2016)
Duration            : 118 menit
Genre                 : Comedy, Drama
Director&Writer: Matt Ross
Full Cast            : Viggo Mortensen, George MacKay, Samantha Isler, Annalise Basso, Nicholas Hamilton, Shree Crooks, Charlie Shotwell, Trin Miller, Kathryn Hahn, Steve Zahn, Elijah Stevenson, Teddy Van Ee, Erin Moriarty, Missi Pyle, Frank Langella, Ann Dowd, Galen Osier, Hannah Horton, Rex Young, Thomas Brophy, Mike Miller, Greg Crooks, Louis Hobson. 


Bagaimana cara bertahan hidup di alam liar di era gempuran peradaban modern? 

Pada film digambarkan terdapat sebuah ayah(Ben) yang membesarkan kelima anaknya, mengajarkan cara bertahan hidup di alam liar(hutan) yang dimana, pada masa itu era modern sedang digandrungi. Keluarga  tersebut memilih untuk hidup di hutan, dan meninggalkan hiru-pikuk kehidupan di kota dan mengajarkan kepada anak-anaknya untuk bagaimana caranya bertahan hidup dalam tanda kutip "era banyaknya kejahatan secara tidak langsunglangsung" Bo, Kyle, Veps, Rell, Zaya, Nai adalah kelima anak dari Ben yang masing-masing berumur menjelang dewasa, remaja, dan anak-anak. 

Ben mengajarkan cara bertarung satu lawan satu, meskipun terdapat anak perempuan, tetapi mereka jago dalam bertarung untuk bertahan hidup dari serangan kejahatan dan mengajarkan kelima anaknya Literasi buku(membaca, menulis, memahami) beberapa ilmu pengetahuan(Home Schooling). Meskipun mereka semua hidup di hutan jauh dari perkotaan, Si ayah Ben mencairkan suasana yang bisa dibilang membosankan dengan iringan musik gitar diikuti dengan anak-anaknya.  Mereka hidup di dalam alam liar, tetapi mereka juga masih membutuhkan kebutuhan makan dan minum dari perkotaan. 

Pada suatu ketika istri Ben(Leslie) meninggal dunia karena penyakit ganguan mental Bipolar, kelima anak-anaknya tidak bisa menahan tangis lagi, karena juga Ben melarang menjenguk Leslie selama sakit tersebut. 

Pada hari berikutnya Ben mengajak anak-anaknya untuk memanjat tebing, namun naas tangan Rell terkilir dan ayahnya melarang anak-anaknya yang lain untuk membantu Rell, kenapa? Karena pada masanya  pasti ada kejadian orang yang  tidak akan membantu kita pada saat terkena masalah. 

Keluarga Ben berencana untuk menghadiri pemakaman istrinya Leslie bersama kelima anak-anaknya menggunakan bus yang dimodifikasi sebagai rumah dan juga terdapat perpustakaan. Pada saat perjalanan keluarga Ben berencana mencuri makanan di supermarket dengan dalih  menyelamatkan makanan, memperingati hari Chomsky dengan cara membesan makanan dan mereka-pun  berhasil. Suatu ketika Nai anak terkecil bertanya kepada ayahnya apa itu perkosaan, karena kakaknya sedang membaca buku tentang demikian, ayahnya menjawab dengan baik dan benar, karena itu sebuah edukasi, dan anak berhak mengetahui agar suatu ketika si anak tahu dan dapat menghindari hal tersebut. 

 Malam hari tiba Ben menginap di rumah saudara iparnya, dan Ben mengatakan bahwa Leslie bunuh diri, dan dianggap oleh saudara iparnya tidak harus diomongkan secara langsung apalagi terdapat banyak anak-anak. Besok harinya Ben dinasehati oleh saudara iparnya untuk tidak memaksakan anak-anaknya hidup dialam liar, mereka berhak bersekolah dan bersosialisasi di kehidupan yang selayaknya. Ben memanggil  Jackson(SMP) dan Justin(SMA) kedua anak saudara iparnya untuk menanyakan apa itu HAM, kedua tidak bisa menjawab dengan baik. Tetapi Ben memanggil Zaya(8 tahun) dan menanyakan hal yang sama, ternyata bisa menjawab HAM dengan baik dan benar.

Tiba di pemakaman Leslie, keluarga Ben dilarang ikut memakamkan Leslie secara Kristen, karena dianggap aneh dan tidak jelas yang membuat anak-anak Ben sedih karena tingkah dan aturan Ben yang konyol mengatakan Leslie Buddhis dikremasi sebagai surat wasiat terakhirnya. 

Bo berbicara kepada ayahnya, bahwa dia diterima di banyak universitas terkenal dan ingin melanjutkan pendidikan tingkat tingginya, karena didikan ayahnya dianggap aneh bagi orang lain dan membuat anak-anaknya kurang bersosialisasi. Rell kabur dan tinggal bersama kakek dan nenek (ayah ibu Leslie) karena muak dengan didikan ayahnya. Vebs menyelinap ke kamar Rell melalui atap rumah namun sayang membuatnya jatuh dari ketinggian sehingga Vebs patah tulang dan dibawah ke rumah sakit. 

Ben merasa bersalah atas semua kejadian yang terjadi pada anak-anaknya, dan akhirnya kelima anak-anaknya tinggal bersama kakek dan neneknya, tetapi kelima anak-anaknya tidak mau karena dianggap rumah itu terlalu modern dan menghabiskan banyak ruang(pemborosan). Pada saat Ben pulang, ternyata anak-anaknya bersembunyi dan tetap ingin tinggal bersama Ayah-nya. 

Merekapun tetap berpendirian teguh untuk menyampaikan wasiat ibunya untuk tidak dimakamkan, tetapi di kremasi(dinyanyikan lagu pada saat kremasi) dan abunya dibuang pada toilet umum. 

Pada akhirnya Bo melanjutkan pendidikan tingginya, keluarga Ben yang lain tetap tinggal jauh dari keramaian dengan berkebun dan berternak.

Pesan-pesan dari alur cerita film tersebut ialah,

1.) Kita dituntut untuk bisa bertahan hidup dalam segala kondisi apapun, meskipun kita makhluk sosial, ada masanya harus bisa survive secara mandiri. 

2.) Apa yang dianggap benar oleh orangtua bukan berarti benar dihadapan anak atau orang lain.  Apapun kebenaran pasti ada celah sebuah kesalahan. 

3.) Ganguan Bipolar adalah perubahan suasana hati dari posisi rendah depresif(tertekan) ke tertinggi(manik).  Moody-an(mood swing) suasana yang gembira berubah menjadi sedih ataupun keputus-asaan. Hal ini sering terjadi pada beberapa individu. 

4.) Memberikan Sex Edukasi kepada anak sejak dini, karena hal kecil tersebut bisa membentuk kepribadian anak, sehingga anak tahu mana yang baik dan benar, jika anak tidak mengetahui tentang hal itu, justru anak mencari tahu sendiri dan akhirnya bisa terjerumus pada hal-hal negatif. 

5.) Menjadi diri sendiri meskipun terlihat aneh dan konyol, karena jika kita berpendirian pada prinsip kita adalah hal yang bahagia, meskipun orang lain menganggap buruk sekalipun. Pada dasarnya kita yang menjalani, orang lain hanya melihat sekilas saja, tidak merasakan yang ada didalamnya.

6.) Kepercayaan adalah milik individu, agama bukanlah yang bersifat terorganisir, setiap individu berhak menentukannya masing-masing apa yang dipelajari semasa hidupnya, dan pada akhirnya individu juga yang anak menuai apa yang ditabur. 

7.) Pendidikan bisa diperoleh dari mana saja, seperti pada film mereka Home Scholling, meskipun begitu mereka dapat mengetahui ilmu dan menerapkannnya secara langsung dan tepat. Pendidikan yang terlalu banyak teori menyebabkan individu lupa, lebih baik terdapat praktek nyata secara langsung. 

8.) Tokoh Noam Chomsky tentang kapitalis dan sosialis diterapkan pada saat keluarga Ben mencuri makanan di supermarket, namun Ben menganggap memperingati hari Chomsky pembebasan makanan,  yang dimana supermarket tersebut adalah gambaran sebuah kapitalis mereka menjual dengan tujuan memproleh untung terdapat kepemilikan pribadi terhadap sebuah barang, berbeda dengan sosialis, pembebasan makanan yang dilakukan adalah sosialis setiap makanan ataupun barang adalah hak dari masyarakat,  semua merata tidak adanya kepemilikan pribadi. 


Penghargaan film Captain Fantastic

1. Nominated for 1 Oscar Award. Another 15 wins & 50 nomination. 
2. Film Club's The Lost Wekeend 2016- Best Ensemble Cas. 
3. Guild of Music Supervisor Awards 2016- Best Music Supervision for Film Budgeted Under 25 Million Dolar.
4. National Board of Review, USA 2016- Top 10 Independent Films. 
5. Rome Film Fest 2016- Best Film
6. Seattle Internasional Film Festival 2016- Best Film. 
7. Palm Springs International Film Festival 2016-Matt Ross. 
8. Deauville Film Festival 2016- Matt Ross. 
Cannes Film Festival 2016- Matt Ross. 


Salam literasi. 

Sabtu, 24 September 2022

Kearifan Lokal Tradisi Nyadran Masa Pandemi Covid-19 masyarakat Kabupaten Sidoarjo


Nyadran masyarakat Bluru Kidul
baguswahyupurnomo.blogspot.com

Negara Indonesia adalah bagian dari negara beribu kepulauan, kemajemukan Indonesia menyebabkan banyak keberagaman yang tidak bisa terpisahkan dari zaman nenek moyang hingga era modern ini. Kebudayaan Indonesia lahir dari kebiasaan masyarakat terdahulu. Agust Comte menjelaskan bahwa semakin maju atau modern kehidupan masyarakat, semakin tertinggal kegiatan spiritual dalam kehidupan masyarakat. Namun, pada era modern ini masih ada masyarakat yang terlibat dalam kegiatan spiritual. 

Sidoarjo adalah kabupaten yang terletak di Provinsi Jawa Timur, yang lebih terkenal dengan "Lumpur Lapindo", selain itu di desa Bluru Kidul Sidoarjo memiliki kearifan lokal yaitu Nyadran yang masih dilakukan hingga saat ini. Nyadran adalah wujud kombinasi unsur kebudayaan antara kepercayaan, seni dan menyikapi rasa bersyukur atas limpahan sumber daya alam, yang dimana menjadi tradisi resmi masyarakat Kabupaten Sidoarjo. Tradisi Nyadran pada umumnya dilaksanakan sebanyak satu kali dalam setahun. Musim kemarau merupakan latar waktu yang tepat merayakan Tradisi Nyadran. 

Tradisi Nyadran masyarakat Desa Bluru Kidul Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur yang notabennya bermata pencaharian sebagai nelayan setiap tahunnya melakukan Tradisi Nyadran yang dilatar belakangi sebagai wujud rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa (Sedekah Bumi).


 Tumpeng source: kitchenofindonesia

Masyarakat membuat Tumpeng (“tumapaking penguripan-tumindak lempeng tumuju Pangeran” yang artinya berkiblatlah kepada . pemikiran bahwa manusia itu harus hidup menuju jalan Allah.) bentuk representasi hubungan antara Tuhan dengan manusia, dan manusia dengan sesamanya. Bentuk kerucut yang menjulang ke atas juga disimbolkan sebagai harapan agar tingkat kehidupan manusia semakin 'tinggi' atau sejahtera. 

Tumpeng tersebut dibawa ke makam Dewi Serdadu (Ibu Sunan Giri dan leluhur di daerah Bluru Kidul) di Desa Kepetingan, dan kenapa dinamai Desa Kepetingan? Karena dahulu Dewi Serdadu mencari anaknya (Raden paku/Sunan Giri) yang dihanyutkan ke laut oleh ayahnya Dewi Serdadu yaitu Raja Blambangan karena perseteruan, namun Dewi Serdadu malah hanyut terbawa ombak  kearah Sidoarjo, yang dimana jasad beliau digotong oleh kepiting-kepiting menuju tepian pesisir Sidoarjo, maka dari itu daerah tersebut disebut "Kepetingan"

Setelah masyarakat membawa tumpeng dan berbondong-bondong menuju makam Dewi serdadu mereka melakukan pengajian dan berdoa atas wujud rasa syukur telah diberikan hasil laut yang melimpah, setelah itu tumpeng tersebut dimakan bersama- sama oleh masyarakat yang melakukan Tradisi Nyadran tersebut. 


   Masyarakat melakukan doa di Makam Dewi Serdadu: 
baguswahyupurnomo.blogspot.com


Tradisi Nyadran saat Covid-19

Modernisasi tidak dapat menyurutkan pola kebiasaan sehingga nyadran menjadi tradisi yang tetap lestari meskipun masyarakat mengalami fase transisi (Arifin dkk., 2018). Tradisi Nyadran pun mengalami perubahan pelaksanaan sejak kondisi kehidupan masyarakat pada saat pandemi Covid-19. Nyadran pada saat pandemi tidak dilaksanakan sebagaimana tradisi di setiap tahun.

 Dikutip dari Kompasiana "Tradisi Nyadran saat pandemi tidak dilakukan sebagaimana mestinya, tetapi diganti dengan kegiatan doa dilaksanakan secara mandiri di rumah masing-masing, dikarenakan panduan dari pemerintah agar masyarakat menjalankan protokol kesehatan."

Serta siasat penerusan keberlangsungan Nyadran melalui instrumen teknologi sebagai jembatan interaksi masyarakat. Dikutip dari penelitian mahasiswa Unesa Fierla S. Dharma Kusuma1

"Beberapa partisipan seperti subjek F menggunakan gawai dan internet dalam optimalisasi interaksi sosial para aktor yang mengikuti Nyadran. Penggiatan doa dilaksanakan secara mandiri di rumah masing-masing."

"Disisi lain, informan A menyadari keterikatan makna tradisional dalam Nyadran di tengah pandemi COVID-19. Sosok orang tua yang berpartisipasi pada Nyadran di tahun sebelumnya membuat A menjadi penerus tradisi meski dengan kondisi yang berbeda. Pemahaman Nyadran bagi A sendiri atas tradisi tersebut menjadi pertahanan budaya sosial masyarakat sebagai cara adaptif dengan peningkatan intensitas pergerakan masyarakat modern."

Tradisi pun berubah pada saat pandemi COVID-19. Nyadran sebagai salah satu tradisi masyarakat Kabupaten Sidoarjo pun masih berjalan meski di tengah aturan pembatasan massa skala besar.  Meskipun begitu masyarakat masih berpartisipasi dalam tradisi Nyadran ditengah pandemi ini, walaupun terdapat kesenjangan urgensi protokol kesehatan. Dalam pemikiran Max Weber, rasionalitas tindakan sosial manusia berperan aktif dalam kehidupan sosial

Yang dapat diartikan meskipun  adanya Pandemi Covid-19, tradisi nyadran tetap dilakukan dengan berbagai cara,  dan menurut penulis yang berasal dari Sidoarjo, kegiatan Nyadran tersebut tetap dilakukan seperti sebelumnya, namun dengan pembatasan yang lebih ketat sebagai upaya mencegah penyebaran Virus Covid-19. 


Iringan sound system musik, 
source: @fjr_audio_chanel


Meskipun mayoritas yang melakukan Tradisi Nyadran adalah golongan tua, begitu banyak cara yang dilakukan, seperti yang penulis ketahui Perayaan Nyadran tidak hanya dilakukan di Desa Bluru Kidul, namun di Desa Balongdowo dan juga Desa Sawohan.

 Pada perayaan Nyadran di Desa Balongdowo dilakukan dengan menggunakan perahu Menuju dusun Kepetingan Desa Sawohan Kec. Buduran. Perjalanan ini melewati sungai desa Balongdowo, Klurak kali pecabean, Kedung peluk dan Kepetingan (Sawohan) dengan tujuan akhir makam Dewi Serdadu. Nah perahu-perahu tersebut selain ditumpangi oleh peserta Nyadran juga diberi Salon, atau sejenis Sound System yang bertumpuk-tumpuk dengan iringan musik ataupun lagu-lagu dangdut dan lainnya (battle music) yang membuat Golongan Muda tertarik dengan perayaan Nyadran tersebut sebagai bentuk rasa syukur, kesenangan terhadap hasil bumi nelayan dan upaya mengajak generasi muda melestarikan Tradisi Nyadran. 


Source: https://rumahsosiologi.com


Sidoarjo yang termasuk kabupaten yang diserbu dengan industri-indutri modern dan perkembangan zaman yang semakin pesat-pun, masih tetap melestarikan Tradisi Nyadran, Potensi Tradisi Nyadran ini berpeluang sebagai pengenalan wisata budaya, sama halnya yang terjadi di Bali, yang dimana pada saat Upacara Adat Ngaben atau lainnya  banyak sekali wisatawan yang melihat, ikut serta mempelajari ataupun mengenal potensi budaya Indonesia tersebut. Tradisi Nyadran pun pasti bisa demikian. 

Salam literasi. 


Referensi:

Winisudo, Ridho Tri. Fauzi, Agus Machfud(2021) jurnal, Majalah Ilmu Pengetahuan dan Pemikiran Keagamaan TAJDID Vol. 24 No. 2 (2021) Rasionalitas Tindakan Sosial dalam Tradisi Nyadran di Desa Bluru Kidul Kabupaten Sidoarjo https://ejournal.uinib.ac.id/jurnal/index.php/tajdid/article/view/3132/2219

Dharma Kusuma, Fierla S. (2021) Inovatif Volume 7, No. 2 September 2021 e-ISSN 2598-3172 Rasionalitas Tradisi Nyadran Masa Pandemi Masyarakat Kabupaten Sidoarjo https://jurnal.iaih.ac.id/index.php/inovatif/article/view/216

Bambang (2022) Tradisi Nyadran Budaya di Sidoarjo pada masyarakatnya https://www.kompasiana.com

Armandani Sony(2021) Nasi Tumpeng Identik dengan Perayaan Penting? Yuk Kenali Faktanya! https://kawn.co.id/nasi-tumpeng-identik-dengan-perayaan-penting-yuk-kenali-faktanya/

Ratna Eni, Neni Dewi(2021) Makna Tumpeng  Dalam kehidupan Manusia Jawa https://atb-bandung.ac.id/berita/makna-tumpeng-dalam-kehidupan-manusia-jawa




"All Izz Well" Sistem Pendidikan Indonesia Banyak Maunya, Miris Hasilnya.

Konon, film yang bagus itu adalah film yang relevansinya abadi. Tapi, bagi saya, 3 Idiots (2009) karya Rajkumar Hirani ini bukan...